💡 Poin Penting Pada Artikel Ini:

  • Laron Itu Rayap Bersayap: Mereka adalah calon raja dan ratu yang keluar dari sarang untuk membangun koloni baru.
  • Koloninya Sudah Bertahun-tahun: Koloni rayap tanah biasanya baru mengeluarkan laron setelah berumur beberapa tahun.
  • Perusaknya Rayap Pekerja: Yang menggerogoti kayu adalah rayap pekerja, bukan laron yang beterbangan di lampu.

Hujan reda menjelang magrib, lalu lampu teras mendadak dikerubungi laron. Besok paginya, lantai penuh sayap tipis yang rontok. Pemandangan ini akrab buat banyak orang Indonesia.


Sebagian orang menganggap laron serangga yang berbeda dari rayap. Ada juga yang menganggapnya cuma pengganggu musiman yang hilang sendiri. Padahal laron adalah satu tahap dalam hidup rayap, dan tahap yang cukup istimewa: mereka calon raja dan ratu.


Untuk memahami kenapa laron perlu diperhatikan, kita perlu kenal dulu bagaimana sebuah koloni rayap bekerja.

Satu Koloni, Banyak "Profesi"

Rayap hidup berkelompok dengan pembagian tugas yang jelas. Setiap kelompok tugas ini disebut kasta, dan bentuk tubuh tiap kasta berbeda sesuai pekerjaannya.

  • Raja dan ratu. Pasangan pendiri koloni. Tugasnya hanya satu, yaitu berkembang biak. Mereka diberi makan oleh rayap lain.
  • Rayap pekerja. Jumlahnya paling banyak. Mereka mencari makan, membangun terowongan, merawat telur, dan memberi makan anggota koloni lain. Kasta inilah yang menggerogoti kayu dan merusak bangunan.
  • Rayap prajurit. Kepalanya besar dengan rahang kuat. Tugasnya menjaga koloni dari serangan musuh seperti semut.
  • Laron. Rayap bersayap yang disiapkan untuk keluar dari sarang dan mendirikan koloni baru.

Ada juga reproduktif sekunder. Mereka bisa menggantikan raja atau ratu kalau pasangan pendiri mati, atau kalau sebagian koloni terpisah dari induknya.


Perjalanan Hidup Rayap, dari Telur sampai Laron

1. Telur dan Larva

Semua dimulai dari telur yang diletakkan ratu. Menurut panduan University of Florida, telur menetas menjadi larva, lalu larva berganti kulit menjadi rayap pekerja. Sebagian kemudian berkembang menjadi prajurit atau nimfa, calon rayap bersayap.

2. Pekerja dan Prajurit

Pekerja dan prajurit mengisi sebagian besar isi koloni. Umur mereka tidak panjang, sekitar satu sampai dua tahun. Tapi karena ratu terus bertelur, jumlah mereka terus bertambah dari tahun ke tahun.

3. Nimfa yang Tumbuh Sayap

Ketika koloni sudah cukup besar dan matang, sebagian nimfa tumbuh sayap dan menjadi laron. Ini tidak terjadi di tahun-tahun pertama. Panduan dari Mississippi State University menyebut koloni rayap tanah butuh sekitar 5 tahun atau lebih sebelum cukup besar untuk mengeluarkan laron. Angka pastinya berbeda-beda tergantung jenis rayap dan kondisi lingkungannya.

4. Laron Terbang dan Mencari Pasangan

Pada waktu tertentu, terutama saat udara lembap setelah hujan, laron keluar bersamaan dalam jumlah besar. Mereka terbang, berpasangan, lalu mendarat dan melepas sayapnya. Sayap laron memang mudah lepas, itu sebabnya lantai penuh sayap setelah laron datang.

Sebagian besar laron tidak pernah berhasil. Banyak yang mati dimangsa cicak dan burung, atau terjebak di dalam rumah. University of Florida mencatat laron yang terbang di dalam rumah biasanya ditemukan mati di dekat jendela atau di wastafel.

5. Raja dan Ratu Memulai Koloni Baru

Pasangan yang selamat mencari tempat lembap dekat kayu, membuat ruang kecil sebagai "kamar kerajaan", lalu mulai bertelur. Siklus pun berulang dari awal.

Umur raja dan ratu jauh lebih panjang dibanding anggota koloni lain. Panduan University of Arkansas menyebut mereka sering bertahan hidup 10 tahun atau lebih, dan Oklahoma State University mencatat ada yang hidup sampai 25 tahun.

Kenapa Kemunculan Laron Perlu Diperhatikan?

Laron sendiri tidak memakan kayu. Tapi kehadirannya memberi petunjuk penting: di sekitar Anda ada koloni rayap yang sudah berumur beberapa tahun dan cukup besar untuk berkembang biak.


Di Indonesia, tercatat sekitar 200 jenis rayap. Menurut peneliti IPB University, rayap tanah dari genus Coptotermes termasuk yang paling sering menimbulkan kerusakan parah pada bangunan.


Kalau laron muncul di rumah Anda, perhatikan dari mana mereka datang. Apakah terbang dari luar menuju lampu, atau keluar dari celah lantai, kusen, dan dinding? Perbedaannya kami bahas lebih lengkap di artikel apakah laron itu rayap.


Saat laron sedang ramai, matikan lampu yang tidak perlu dan tutup jendela. Sapu sayap yang rontok, tapi perhatikan di titik mana sayap paling banyak menumpuk. Itu bisa jadi petunjuk lokasi koloni. Musim hujan biasanya membuat rayap lebih aktif.


Kapan Harus Menghubungi Jasa Pest Control Profesional?

Laron yang sesekali terbang dari kebun tetangga belum tentu jadi masalah. Tapi sebaiknya rumah diperiksa teknisi kalau:

  • Laron keluar dari dalam rumah, misalnya dari celah lantai, kusen, atau dinding.
  • Tumpukan sayap muncul berulang di titik yang sama, seperti dekat kusen jendela atau kamar mandi.
  • Ada jalur tanah tipis di dinding atau fondasi.
  • Kayu kusen atau lemari terdengar kopong saat diketuk.

Tim Semar Pest siap membantu inspeksi dan penanganan rayap di Jabodetabek, Bandung, Kuningan, dan Cirebon. Teknisi kami bersertifikat ASPPHAMI dan program Bayer, dengan bahan yang terdaftar dan legal.

Sumber