💡 Poin Penting Pada Artikel Ini:

  • Yang Berisik di Plafon Biasanya Tikus Rumah: Badannya ramping, jago memanjat, dan ekornya lebih panjang dari badan.
  • Tikus Got Lebih Besar dan Betah di Bawah: Ia suka menggali, bersarang di saluran air, dan ekornya justru lebih pendek.
  • Jenisnya Menentukan Cara Menangani: Tikus di atas dan tikus di bawah masuk lewat jalur yang tidak sama.

Tikus yang bikin berisik di plafon dan tikus yang Anda lihat masuk ke got biasanya bukan jenis yang sama. Yang di atas umumnya tikus rumah, badannya ramping dan pintar memanjat. Yang di got biasanya tikus got, lebih besar dan lebih suka di bawah.


Selain ukuran, tempat bersarang dan jalan masuknya juga lain. Makanya perangkap yang ditaruh di dapur sering tidak kena kalau ternyata tikusnya tinggal di loteng.


Di artikel ini kita bahas ciri masing-masing, termasuk mencit yang sering dikira anak tikus, dan cara membedakannya dari ekor dan kotorannya.

Kenalan Dulu dengan Tiga Tikus yang Paling Sering Mampir

Di kawasan perumahan di Jawa, tikus rumah dan tikus got termasuk yang paling banyak ditemukan, setidaknya begitu menurut beberapa penelitian lapangan. Tambahkan mencit, dan ketiganya hampir pasti pernah "bertamu" ke rumah Anda.

Tikus Rumah: Penghuni Plafon

Nama ilmiahnya Rattus tanezumi. Di banyak negara, kerabat dekatnya dikenal sebagai tikus atap atau roof rat, dan julukan itu memang pas.


Badannya ramping. Gerakannya cepat. University of California menyebut tikus atap sebagai pemanjat yang lincah, dengan ekor yang lebih panjang dari kepala dan badannya kalau dijumlahkan. Moncongnya lancip, mata dan telinganya terlihat besar.


Jalan masuknya sering dari atas: celah genteng, lubang ventilasi, kabel, atau dahan pohon yang menyentuh atap. Sekali sudah di dalam, plafon dan loteng jadi tempat favorit untuk bersarang. Soal bunyi berisik di atap itu, kami pernah mengulasnya di artikel bahaya tersembunyi di balik suara tikus di atap rumah.


Penelitian Poltekkes Kemenkes Semarang di sebuah desa di Banyumas cukup menggambarkan betapa umumnya jenis ini. Tikus dewasa yang tertangkap di permukiman di sana semuanya Rattus tanezumi.

Tikus Got: Besar dan Doyan Menggali

Kalau tikus rumah itu atlet panjat, tikus got (Rattus norvegicus) lebih mirip petinju kelas berat. Badannya besar dan kekar, moncongnya tumpul, telinganya kecil. Ekornya malah lebih pendek dari badannya.


Ia senang menggali dan hidup dekat air, jadi tidak heran kalau sarangnya ada di got, selokan, atau saluran pembuangan, terutama di kota dan kawasan pelabuhan. Di satu penelitian di permukiman yang banyak salurannya, tikus got justru jenis yang paling sering masuk perangkap.


Kalau sudah masuk rumah, tikus got biasanya berkeliaran di lantai bawah seperti dapur dan gudang, bukan di plafon.

Mencit: Kecil, Sering Disangka Anak Tikus

Mencit (Mus musculus) ukurannya paling mungil. Dari ujung kepala sampai ujung ekor, panjangnya tidak sampai 17,5 cm. Bulunya cokelat keabuan.


Banyak orang mengira mencit itu anak tikus. Triknya ada di proporsi: anak tikus punya kepala dan kaki yang kelihatan kebesaran untuk badannya, sementara mencit terlihat pas. Mencit doyan menggigiti perabot dan barang kecil, jadi laci dan lemari sering jadi korbannya.


Oh ya, curut alias cecurut juga sering dimasukkan ke "keluarga tikus". Secara ilmiah, curut (Suncus murinus) bukan tikus.


Bingung? Cek Ekor dan Kotorannya

Tikus jarang mau diam lama-lama untuk diamati. Untungnya, mereka meninggalkan petunjuk.

Ciri Tikus rumah (plafon) Tikus got Mencit
Bentuk tubuh Ramping, gesit Besar, kekar Kecil, proporsional
Panjang ekor Lebih panjang dari kepala dan badan Lebih pendek dari kepala dan badan Kira-kira sama dengan kepala dan badan
Moncong Lancip Tumpul Lancip
Tempat favorit Plafon, loteng, bagian atas rumah Saluran air, got, lantai bawah Celah perabot, laci, lemari
Kotoran Sekitar 1,3 cm, ujung lancip Sekitar 2–2,5 cm, ujung tumpul Sekitar 3–6 mm, ujung lancip


Patokan pertama: ekor. Cornell University punya trik sederhana untuk tikus yang sudah mati. Tarik ekornya ke arah kepala. Ekor yang melewati ujung moncong kemungkinan milik tikus atap. Kalau tidak sampai, besar kemungkinan tikus got.


Patokan kedua: kotoran. Yang paling besar dan ujungnya tumpul biasanya dari tikus got. Kotoran mencit paling kecil, kira-kira sebesar butir beras.


Pakai sarung tangan waktu memeriksanya, ya. Kotoran dan urine tikus bisa membawa penyakit.

Beda Tikus, Beda Cara Menanganinya

Begitu tahu jenisnya, Anda jadi tahu harus mulai dari mana.


Masalahnya di plafon? Periksa celah genteng, lubang ventilasi, jalur kabel, dan dahan pohon yang menempel ke rumah. Tikus muncul dari bawah? Fokus ke lubang saluran air, celah di sekitar pipa pembuangan, dan lubang galian di halaman. Yang muncul tikus kecil di laci? Cari celah sempit di dinding dan di sekitar pipa yang menembus tembok.


Menjelang musim hujan, tikus got perlu diwaspadai lebih. Begitu saluran air penuh, mereka mencari tempat yang lebih kering, dan rumah Anda bisa jadi pilihannya. Baca juga hujan telat datang tahun ini, rayap, tikus, dan nyamuk biasanya ikut datang sesudahnya.

Kapan Harus Menghubungi Jasa Pest Control Profesional?

Seekor tikus yang sesekali lewat biasanya masih bisa ditangani sendiri. Lain cerita kalau:

  • Suara di plafon terdengar hampir setiap malam.
  • Kotoran tikus muncul di beberapa ruangan.
  • Kabel, pipa, atau barang mulai tergigit.
  • Ada bau menyengat dari plafon atau sudut ruangan.
  • Tempatnya gudang, restoran, atau usaha makanan.

Tim Semar Pest bisa bantu pengendalian tikus di Jabodetabek, Bandung, Kuningan, dan Cirebon. Sebelum memasang apa pun, teknisi kami akan memastikan dulu jenis tikus dan jalur masuknya.

Sumber